Minggu, 08 Mei 2011

Dianiaya lalu Tewas Mengapung di Laut


Ilustrasi


Medan, (Analisa)
Seorang anak buah kapal, Arif (28) warga Tanjungbalai ditemukan tewas terapung di laut tepatnya dibawah stekeer IV PT PAS Jalan Gatsu Kelurahan Pondok Batu Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (5/5) sekitar pukul 06.30 WIB.
Jenazah di evakuasi ke RSU Pirngadi Medan, Jumat (6/5) pukul 07.00 WIB untuk dilakukan otopsi. Saat ditemukan nelayan, ktubuh sudah membusuk dan mengapung. Nelayan melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Sektor Pandan.
Menurut keluarga korban, Farida Hanum (67) warga Delitua keluarganya yang di Tanjungbalai ditelepon seorang pria tak dikenal yang menyatakan kematian korban. Lalu keluarganya tersebut menelpon Farida.
"Adik ipar saya di Tanjungbalai memberitahu kalau Arif sudah meninggal. Jenazahnya ditemukan di laut Kawasan Sibolga. Namun, orang yang menelepon itu tidak mau menyebutkan nama dan identitasnya," sebut Farida.
Bermasalah
Orang itu juga memberitahu kalau seminggu lalu, Arif ke Sibolga karena punya masalah sama teman kerjanya. Namun beberapa hari kemudian, korban menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. Ternyata korban ditemukan sudah tewas dan dibawa Petugas kepolisian ke rumah sakit daerah Pandan.
"Jenazahnya di bawa ke rumah sakit kawasan Pandan, lalu di evakuasi ke Pirngadi. Si penelepon tidak bisa dihubungi lagi. Nomornya juga tidak aktif," ucap Farida.
Menurutnya, biasanya korban kerja di Belawan jadi anak buah kapal. Dia mengenali tubuh korban dari tato motif batik di kaki kiri.
Kepala Forensik RSU Pirngadi Medan, Surjit Singh SpF menjelaskan jenazah telah mengalami proses pembusukan. Ditemukan tewas tenggelam atau drowning. Dilihat dari kondisinya, diperkirakan tewas sekitar tiga hari lalu. Diduga korban tewas setelah mengalami penganiayaan karena ditemukan tanda kekerasan pada leher dan kepala. (nai)
Sumber: www.analisadaily.com

Tidak ada komentar: