Jumat, 11 Desember 2015

Tukiman (65) warga Jalan Pamah gang Amri, Kelurahan Delitua Barat Di hipnotis 15 jt hilang

ilustrasi
sumber: http://kriminalitas.com/77354-2/KRIMINALITAS.COM, Medan – Tukiman (65) warga Jalan Pamah gang Amri, Kelurahan Delitua Barat, Kecamatan Delitua bernasib apes. Uangnya sebesar Rp 15,5 juta dibawa pergi oleh pelaku hipnotis, Kamis (10/12).

Kejadian ini bermula saat korban hendak menjemput cucunya yang duduk di bangku kelas 2 SD YPI yang ada di Delitua dengan mengedarai sepeda motor. Di tengah jalan, Tukiman tiba-tiba dihampiri oleh 4 orang yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam.

Salah seorang pelaku kemudian turun dan langsung menepuk pundak korban. Selanjutnya, pelaku menawarkan batu delima merah kepada korban.
Karena terkena hipnotis, korban mengikuti apa yang disuruh pelaku. Pelaku sempat meminta korban membuka dompetnya, namun isi dompetnya kosong.
“Harta saya tidak ada, kalo tabungan saya ada sedikit. Habis itu pelaku langsung mengantarkan saya untuk mengambil buku tabungan di rumah. Setelah itu, kami ambil uang dari ATM Rp 15,5 juta,” ucap korban kepada Kriminalitas.com.

Setelah menyerahkan uang kepada pelaku, akhirnya korban ditinggalkan pelaku yang tak diketahui korban ke mana perginya.

“Saya sadarnya waktu habis berikan uang yang kami ambil dari ATM. Habis itu saya tersadar, kalau saya sudah ditipu,” jelasnya.

Kapolsek Delitua AKP Daniel Marunduri melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan membenarkan adanya laporan korban dan mengatakan kasusnya masih dalam penyelidikan.

“Akan kami selidiki lebih lanjut. Saat ini korban masih dalam pemeriksaan,” tandasnya.
(Juni Ardi Tanjung)

Majestyk Bakery Delitua Jual bika ambon, lapis legit, bolu gulung, brownies, donat, kue basah & dll

Pengunjung memadati outlet Majestyk di Jalan Delitua
yang baru dibuka, Sabtu (5/12/2015).
 
Laporan Wartawan Tribun Medan/Azis Husein
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Majestyk Bakery and Cake Shop di Jalan Delitua yang baru dibuka, Sabtu (5/12/2015), langsung diserbu pengunjung yang ingin membeli kue dan beragam panganan lainnya.
Brands Manager Majestyk Bakery,Eko Susanto mengatakan, pembukaan outlet baru ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan.
"Dengan dibuatnya outlet baru di Delitua ini, konsumen di daerah pinggiran tidak perlu jauh-jauh membeli ke pusat kota," ucap Eko.

Jumat, 20 November 2015

Atlet Kala Hitam Deli Tua Di Kejurda Winta Karna Cup se-Sumut di Pardede Hall

Atlet Perguruan Karate Kala Hitam Dojo Deli Tua diabadikan
usai melaksanakan latihan kemarin.(WOL Photo)


MEDAN WOL Atlet Perguruan Karate Kala Hitam Dojo Deli Tua menyatakan siap membuat kejutan dalam Kejurda Winta Karna Cup se-Sumut di Pardede Hall, Sabtu (21/11). Hal itu dikatakan sejumlah atlet tersebut di sela latihannya kemarin.
“Porsi latihan kami sudah ditambah dengan pembebanan khusus. Ini karena kami ingin buktikan keberadaan dojo Deli Tua,“ ujar Tarigan kepada Waspada Online, salah satu diantara atlet.
Atlet yang digenjot menghadapi Kejurda tahunan tersebut adalah, Novela Anggraini Br Barus , Yati Surata Br Sembiring, Rinaldi Barus, Rinaldo Barus, Maissygia Atania Sembiring, Christian Vicry Tarigan, Briyan Aster Peranginangin dan Edi Dikin Efrata Ginting.

Kamis, 19 November 2015

Eriadi (33) tersangka pemerkosaan siswi SMA di kawasan kuburan Jepang maniak seks punya 17 celana dalam dan 9 bra

ilustrasi
MEDAN - Polisi masih memeriksa Eriadi (33), tersangka pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA di kawasan kuburan Jepang di Delitua, Kota Medan.
Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Jonathan mengatakan, Eriadi merupakan seorang maniak seks yang patut diduga telah beraksi melakukan pemerkosaan lebih dari satu kali. Hal itu ditunjukkan dengan sikap Eriadi yang sangat tenang saat ditangkap.
"Saat kami tangkap, dia sedang masturbasi di samping sepeda motor Honda Kharisma BK 3385 HV miliknya di area perkebunan sawit milik warga. Dia masturbasi sambil me‎nciumi celana dalam dan bra," ujarnya, Kamis (19/11/2015).
Guna mengembangkan kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa 17 celana dalam dan sembilan bra dari tangan Eriadi.
‎Eriadi sendiri ditangkap setelah polisi menerima laporan dari seorang siswi SMAN 1 Delitua yang menjadi korban Eriadi. Siswi berusia 15 tahun itu dicegat pelaku saat berjalan kaki melintasi area kuburan Jepang di Delitua.
Usai dijegat, korban lalu diperkosa. Setelah itu, siswi tersebut ditinggalkan begitu saja. Atas perbuatan itu, Eriadi kini dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
(abp)

Rabu, 11 November 2015

Pedagang Pasar Delitua Demo DI PTUN



sumber: http://sumut.pojoksatu.id/read/2015/11/11/pedagang-pasar-delitua-demo-lagi-di-ptun/
Pedagang Pasar Delitua demo di PTUN. | Foto: fir/pojoksatu.id
POJOKSATU.id, MEDAN- Sidang keputusan Sertifikat Hak Pakai atas lahan Pasar Deli Tua yang sebelumnya ditempati oleh pedagang pada 17 November mendatang, ratusan pedagang Pasar Deli Tua yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Deli Tua (HPPD) kembali mendatangi gedung PTUN Medan di Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan Selayang, Rabu (11/11/2015) siang.
SELENGKAPNYA ...